PENELITIAN DAN PENGABDIAN

KKL PRODI BIMBINGAN KONSELING UNIBA DI UNIVERSITA NEGERI YOGYAKARTA

KKL BK Universitas PGRI Banyuwangi

Senin (16/2) Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Banyuwangi mengunjungi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai agenda dari Kuliah Kerja Lapang (KKL). Pada sambutan pembuka Dekan FIP, Dr. Haryanto, M.Pd. mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaannya memilih jurusan PPB FIP UNY sebagai tujuan kunjungan Universitas PGRI Banyuwangi. Dalam sambutannya beliau menerima hangat kepada setiap para tamu kunjungan sebagai komitmen fakultas untuk berbagi ilmu dan bentuk silaturahmi antarlembaga. Selanjutnya ditayangkan profil FIP UNY sebagai tampilan bagaimana FIP UNY dengan slogannya Never Ending To Grow”.

Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang I FIP UNY dan diikuti oleh 34 mahasiswa jurusan BK Universitas PGRI Banyuwangi yang berkunjung ke prodi BK FIP UNY untuk memperdalam ilmu mengenai Konseling Individu/Keterampilan Konseling.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Suwarjo, M.Si. menjelaskan 7 keterampilan konseling yaitu Keterampilan Attending, Keterampilan Empati, Keterampilan Bertanya, Perilaku Genuine, Keterampilan Konfrontasi, Keterampilan Merangkum, dan Keterampilan Pemecahan Masalah.

Keterampilan konseling merupakan salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling yang dibangun oleh konselor. Dengan demikian, penguasaan konselor terhadap keterampilan-keterampilan tersebut merupakan jembatan menuju terbangunnya hubungan interpersonal efektif yang diharapkan berujung pada terfasilitasinya perkembangan konseli kearah perkembangan yang optimal. Keterampilan konseling dapat dikuasai melalui berbagai pelatihan, baik pelatihan mandiri, terbimbing, maupun pelatihan dengan memanfaatkan peer diantara sesama konselor. Apapun model pelatihannya, yang terpenting adalah termanfaatkannya umpan balik (feed back) guna meningkatkan performance penguasaan keterampilan-keterampilan tersebut, ungkap Dr. Suwarjo, M.Si. Pada acara tersebut.

Materi-materi tersebut  diharapkan dapat mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal konselor yang medukung pemberian bantuan kepada konseli dan pemberian materi tersebut dapat memberikan manfaat bagi upaya peningkatan kualitas layanan konselor di sekolah yang  akan berujung pada pencapaian perkembangan konseli secara optimal.

Praktik Keterampilan Konseling dipandang berhasil apabila setelah pelatihan usai, peserta pelatihan; a) Mampu membedakan tingkah laku attending nonverbal yang efektif  dengan tingkah laku attending nonverbal yang tidak efektif., b) Mampu mengkomunikasikan tingkah laku attending nonverbal yang efektif, c) Mampu mengidentifikasi perasaan-perasaan orang lain, d) Mampu merespon secara empatik perasaan-perasaan yang diungkapkan oleh orang lain, e) Dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan tertutup secara tepat, f) Dapat mengajukan pertanyaan secara efektif  dan menjaga komunikasi timbal balik dengan ”konseli”, g) Mengetahui kondisi-kondisi konfrontasi yang dapat membantu konseli, h) Dapat menggunakan keterampilan konfrontasi secara efektif, i) Mampu merangkum inti pembicaraan yang disampaikan oleh konseli, j) Dapat membantu konseli menemukan kesadaran baru tentang masalah yang sedang dialami, k) Dapat membedakan tiga jenis respon yaitu, respon yang acuh tak acuh (tidak responsif), respon yang tidak jujur atau tidak asli (tidak genuin), dan respon yang jujur atau asli (genuin), l) Memahami strategi-strategi pemecahan masalah, m) Memahami prosedur-prosedur pemecahan masalah, dan n) Dapat Mendemonstrasikan strategi-strategi pemecahan masalah.